Thursday, June 27, 2013

Humanisme V. Atheisme

Humanisme bukan hanya bagian dari Atheisme, dalam pengertian pemujaan hanya kepada sifat-sifat manusia.
Humanisme juga merupakan bagian dari penghormatan sifat manusia, kepada sesama, karena manusia adalah perwakilan, wajah Tuhan di dunia.
Humanisme adalah cara saya menghayati nilai-nilai Tuhan dan agama.

Wednesday, June 26, 2013

Mencoba Membaca

Saya menemukan link mengenai artikel ini sekitar seminggu yang lalu, dan saya anggap penting untuk dibaca dan dipahami oleh semua orang. Jadi, silahkan dibaca sampai titik terakhir.
Salam.
Mengapa Semua Agama itu Benar?

Wednesday, June 12, 2013

I have to add that I am not a radical, not even a "human right extremist" (if such exist). I am just appealed about so much hypocrisy. You are playing in the hands of those - still few - radicals that want to purify Indonesia of all what they regard as heresies and heathen.Franz Magnis-Suseno SJ
Kutipan diatas adalah sepenggal tulisan dari surat terbuka oleh Romo Franz Magnis Suseno yang berkeberatan atas penganugerahaan World Statesman Award kepada President Susilo Bambang Yudhoyono yang ditulis pada bulan Mei 2013.
Saya tidak ingin berbicara mengenai polemik pro dan kontra pemberian award yang sangat mengganggu masyarakat Indonesia tersebut, tetapi saya hanya ingin menunjukkan kekaguman saya terhadap tulisan Romo Franz diatas.
I have to add that I am not a radical, not even a "human right extremist" (if such exist).Saya bukan seorang yang radikal, bukan seorang ektrimis hak asasi manusia (bila memang ekstrimis hak asasi manusia memang ada).
Buat saya, Romo Franz menunjukkan, bahwa penghormatan terhadap hak-hak dasar kemanusiaan tidak perlu menjadi seorang yang radikal, tidak perlu "pake otot", tidak perlu menajdi seorang ekstrimis.
Dan yang menarik adalah kata-kata "not even a human right extremist, if such exist". 
Jadi, seorang ekstrimis hak asasi manusia itu tidak pernah ada?
Mungkin, hanya mungkin, bahwa untuk menghormati hak-hak dasar manusia, tidak pernah ada jalan ekstrim.
Penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, adalah jalan panjang yang sepi dan damai, tanpa huru hara, tanpa perlu kobaran api dan bahkan amarah.
Bahwa penghormatan itu muncul dari pemikiran-pemikiran terdalam yang didapat dari perenungan lama dan tidak berbenturan. Bahwa penghormatan adalah jalan yang lembut dan tidak menghakimi.
I am just appealed about so much hypocrisy.
Ya Romo, ya, saya juga. Saya kagum dengan banyaknya hypocrite yang saya temui. Atau mungkin saya juga? 
Saya kagum dengan banyaknya orang yang berkata dia berada di jalan Tuhan, menyapa Tuhan dengan setiap kata-katanya, tetapi menyakiti orang lain dnegan tangannya.
Jalan Tuhan adalah jalan mencintai sesama. Penghormatan, penghargaan, pertolongan adalah jalan untuk mencintai Tuhan dalam entitasnya yang paling dekat dengan kita.
Saya ingat dnegan the living code suku Maya yang kita hujat karena dikatakan tidak mengenal Tuhan.
 In Lak'ech Ala K'in;  I am another yourself
Saya menghormati diri saya dengan menghormatimu.
Itulah esensi utama interksi saya dnegan Tuhan. Saya menghormatimu, sebagai perwujudan cinta kasih Tuhan dalam hidup saya. Karena itu, hypocrisy, dalam bentuknya yang paling indah, membuat saya kagum.
Bagaimana mungkin saya mencintai Tuhan bila saya tidak mencintai manusia?
Ya Romo, saya juga kagum.
Ketika nanti saya bingung dengan apa yang saya yakini, surat kecil Romo akan menjadi jalan bagi saya untuk mengingat apa yangs aya lupakan. Surat Romo bukan hanya surat protes kepada mereka yang membingungkan kita, tetapi juga surat luar biasa besar bagi kita untuk terus mengingat.





"the Kingdom of God is inside you, and all around you, not in mansions of wood and stone. Split a piece of wood... and I am there, lift a stone... and you will find me"  
-Stigmata

Belajar Humanisme

Q: Apa itu humanisme?
A: Humanisme, pada dasarnya adalah suatu paham yang menitikberatkan pada manusia, kemampuan-kemampuan kodratinya, dan nilai-nilai kehidupan duniawi.[1] Humanisme merupakan suatu cabang ilmu yang mencari dasar-dasar bagi berkehidupan manusia, sehingga ilmu ini dapat  menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ini diakibatkan oleh pertanyaan manusia tentang manusia itu sendiri tidak akan pernah selesai. Hakikat ini sesuai dengan sifat dasar manusia sebagai mahluk yang bertanya.

Q: Humanisme itu tidak jelas. Bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
A: Peradaban modern yang telah menyentuh aspek-aspek global lintas batas berkembang berdasarkan aspek-aspek dasar humanisme. Tanpa peranan abstraksi kemanusiaan universal dan rasionalitas manusia, sistem hukum modern yang memungkinkan kerjasama antar bangsa dan membangkitkan tanggungjawab global terhadap perdamaian dan keutuhan ekologis kiranya sulit dibayangkan.[2] Karena itu, humanisme bukan merupakan gagasan abstrak belaka, tetapi mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari.



[1] F. Budi Hardiman, Humanisme dan Sesudahnya; Meninjau Ulang Gagasan Besar tentang Manusia, Kepustakaan Populer Manusia, 2012,  Jakarta, hal 7
[2] Ibid, halaman 1 


Saya sedang belajar menjadi seorang humanist.
Pada dasarnya, saya hanya sedang berusaha untuk membantu, dan berusaha untuk tidak menghakimi.



Selamat datang, selamat berusaha menjadi manusia yang lebih manusia.

humanism
1. any system or mode of thought or action in which human interests, values, and dignity are taken to be of primary importance, as in moral judgments.
2. a devotion to or study of the humanities.
3. a theory of the life of man as a responsible being behaving independently of a revelation or deity.